Obat Tidur

Bahaya Efek Samping Dari Pemakain Obat Tidur Bagi Kesehatan

Obat tidur biasanya menjadi pilihan utama dalam mengatasi insomnia dan kondisi yang membuat kita sulit tertidur, seperti memikirkan pekerjaan, tagihan, atau keluarga. Banyak orang yang mengatakan bahwa obat tidur dapat membantu mereka mendapatkan tidur yang baik, namun banyak juga orang yang mengatakan bahwa obat tidur bukanlah solusi yang tepat, karena ia dapat menyebabkan ketergantungan jangka panjang. Jadi, apa kelebihan dan kekurangan dari obat tidur? Mari kita lihat selengkapnya di bawah ini!

Manfaat obat tidur

Insomnia bukanlah suatu kondisi yang bisa dianggap enteng. Insomnia telah dikaitkan dengan obesitas, kecemasan, kekebalan tubuh turun, sakit jantung, dan diabetes. Kurangnya tidur juga dapat mempengaruhi Anda pada aktivitas siang hari, sehingga Anda cenderung meningkatkan asupan kafein atau mengambil tidur siang yang panjang. Kurangnya tidur juga dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin yang membuat Anda menjadi lebih sulit tertidur.

Benzodiazepin merupakan obat yang paling umum diresepkan untuk obat tidur. Senyawa ini dapat merangsang neurotransmitter GABA yang bertanggung jawab untuk sedasi. Obat tidur populer lainnya dapat mempengaruhi reseptor melatonin, obat ini dapat membantu untuk menginduksi tidur dan mengatur siklus tidur-bangun Anda. Selain itu, antidepresan dapat menghasilkan efek sedatif dengan menurunkan kecemasan.

Meskipun benzodiazepin bertindak atas berbagai jenis reseptor GABA di seluruh otak, benzodiazepin juga memiliki efek lain, yaitu:

  1. Mengurangi kecemasan
  2. Relaksasi otot
  3. Menghilangkan ingatan atas peristiwa tertentu saat mengonsumsi obat
  4. Euforia

Risiko obat tidur

Semua resep obat tidur memiliki efek samping yang bervariasi, tergantung pada obat dan dosis tertentu, serta berapa lama obat berlangsung dalam sistem Anda. Efek samping yang paling umum adalah seperti kantuk yang berkepanjangan di keesokan harinya, sakit kepala, nyeri otot, sembelit, mulut kering, sulit berkonsentrasi, pusing, linglung, dan insomnia.

  1. Toleransi obat. Pada periode waktu tertentu, tubuh Anda akan membangun toleransi obat tidur, sehingga Anda akan mengonsumsi lebih dari biasanya agar obat tersebut dapat bekerja di tubuh Anda. Dengan semakin banyaknya obat tidur yang Anda minum, Anda akan merasakan efek samping yang lebih besar.
  2. Ketergantungan obat. Anda mungkin akan bergantung pada obat tidur untuk tidur, dan tidak akan bisa tidur atau bahkan memiliki tidur yang buruk jika tidak meminum mereka. Obat resep biasanya dapat sangat adiktif, sehingga akan sangat sulit untuk berhenti dari mereka.
  3. Gejala sakau. Jika Anda menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba, Anda mungkin akan mengalami gejala sakau seperti mual, berkeringat, dan gemetar.
  4. Interaksi obat. Obat tidur dapat berinteraksi dengan obat lain. Hal ini dapat memperburuk efek samping dan kadang-kadang membahayakan, terutama dengan obat resep penghilang rasa sakit dan obat penenang lainnya.
  5. Insomnia. Jika Anda berhenti dari penggunaan obat, terkadang insomnia akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
  6. Menutupi masalah utama. Mungkin ada gangguan medis atau mental yang mendasari insomnia atau bahkan gangguan tidur yang tidak dapat diobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *